Categories

Search

Urban Linkage

January 23rd, 2010 by 05512009

Laporan Perancangan

Arsitektur 07

URBAN LINKAGE

Oleh:

Eko Arianto W

05512009

Dosen Pembimbing :

Ilya Fajar M., Dr.,Ir.,Ing.,MA

JURUSAN TEKNIK ARSITEKTUR

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA

2010

PRAKATA

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Puji syukur saya haturkan kepada Allah SWT pemilik alam semesta dan atas rahmat yang diberikan pada hamba-hambanya. Shalawat serta salam terlimpah kepada insan sempurna sepanjang masa Rasulullah Muhammad SAW, keluarga beserta sahabat. Sehingga penulis dapat menyelesaikan Tugas Perancangan Arsitektur 7 ini yang berjudul : URBAN LINKAGE.

Adapun kesulitan penulis dalam menyelesaikan Tugas Akhir ini dapat teratasi atas bimbingan dan dorongan semua pihak. Untuk itu penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1.Bapak Ilya Fajar Maharika Dr., Ing., Ir., MA. selaku dosen pembimbing yang telah banyak memberikan pengarahan, dorongan, saran dan kritik selama penyusunan Tugas Perancangan Arsitektur 7 ini.
2.Kedua orang tuaku tercinta atas doa, dukungan dan semangat serta Adeku “Kaka” yang kusayangi.
3.Sahabatku Angga, Aziz, Reza, Yudha, Zen, Ale, dan Irkham yang turut mensukseskan tugas ini.
4.Teman-teman PERAS 7 khususnya kelas D, Abi, Safar, Panji, (sory bro ga bisa gw sebutin satu-satukebanyakan…yang penting besok keep contact ya…).

Penulis menyadari sepenuhnya atas kekurangan dan keterbatasan akan penulisan Laporan Perancangan Arsitektur 7 ini, harap dimaklumi. Akhir kata, penulis mengharapkan dengan terselesaikannya Tugas Akhir ini, semoga laporan ini memberikan manfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Yogyakarta, Januari 2010

(Eko Arianto W.)

BATASAN DAN PENGERTIAN JUDUL

Linkage artinya berupa garis semu yang menghubungkan antara elemen yang satu dengan yang lain, nodes yang satu dengan nodes yang lain, atau distrik yang satu dengan yang lain. Garis ini bisa berbentuk jaringan jalan, jalur pedestrian, ruang terbuka yang berbentuk segaris dan sebagainya. Menurut Fumuhiko Maki, Linkage adalah semacam perekat kota yang sederhana, suatu bentuk upaya untuk mempersatukan seluruh tingkatan kegiatan yang menghasilkan bentuk fisik suatu kota.

Urban Linkage

Bisa di artikan sebuah garis semu yang menghubungkan elemen yang satu dengan yang lainnya di kota atau wilayah. Dalam hal ini adalah di wilayah Badran dimana saya akan mencoba menghubungkan 3 masjid yang ada di Badran.

LATAR BELAKANG

Salah satu persoalan penting dihadapi oleh kota Yogyakarta dalam perkembangan dewasa ini adalah masalah pemekaran fisik kota. Kota makin menghadapi tantangan untuk meluaskan wilayah tata ruang kota sebagai akibat dari perubahan penggunaan lahan untuk berbagai kepentingan penduduk semakin mendesak. Meningkatnya perubahan demografis yang secara dinamis terus meningkat telah mendorong meningkatnya kebutuhan penggunaan lahan untuk berbagai kepentingan, baik kepentingan permukiman dan perumahan maupun kepentingan fasilitas sosial-ekonomi.

Kawasan Badran merupakan daerah pemukiman yang sangat padat. Dimana jarak antar rumah sangat rapat dan sesak . Pekerjaan masyarakat Badran kebanyakan adalah sebagai pekerja kasar. Bahkan banyak pula warga yang tinggal di pinggiran kali Minongo tidak mempunyai pekerjaan atau menganggur. Dan sebagian besar warga yang tinggal di tepi Sungai Winongo masih menggunakan sungai tersebut sebagai sarana tempat mandi, cuci, dan kakus (MCK). Bahkan banyak pula yang menggunakan Sungai Winongo sebagai sarana murah untuk membuang sampah.

Dari kasus di atas, solusi agar kehidupan masyarakat Badran lebih baik yaitu dengan cara penataan lingkungan, penataan sirkulasi, ruang terbuka hijau, pemberdayaan ekonomi masyarakat.

KAJIAN LOKASI

KAMPUNG BADRAN terletak 3 KM sebelah Barat Laut Stasiun Tugu, di belakang area kantor pusat partai dan pemerintahan. Di belakangnya langsung berbatasan dengan Sungai Winongo. Tepatnya di koordinat 7°47’7″S   110°21’22″E .

RUMUSAN PERMASALAHAN

1.Permasalahan Umum

Menghadirkan masjid dengan konsep Arsitektur modern yang dapat memfasilitasi kegiatan warga sekaligus sebagai tempat berkumpul dengan menyesuaikan fungsi terhadap lingkungan pada site. Kemudian masjid tersebut dihubungkan antar satu masjid dengan masjid yang lainnya

2.Permasalahan Khusus

Bagaimana merancang masjid dengan konsep arsitektur modern dengan tidak mengabaikan keadaan Lingkungan pada site.

Bagaimana memanfaatkan site yang sangat padat sehingga dapat mendukung rancangan.

TUJUAN DAN SASARAN

1.Tujuan

Terciptanya urban linkage sebagai TPA, fasilitas kesehatan dan sebagai tempat berkumpul untuk menjalin silaturahmi antar warga dengan penerapan konsep tektonika pada bangunan.

2.Sasaran

Terciptanya konsep tektonika dalam bangunan.

Menghasilkan olahan ruang luar yang disesuaikan dengan keadaan pada site.

SKENARIO

Lahan yang sangat sempit karena jumlah rumah yang sangat banyak membuat suasana di Badran terasa sumpek. Namun penyempitan lahan karena bertambahnya jumlah rumah akan terus berlangsung selama kurun waktu 10tahun yang akan datang akibat dari perubahan penggunaan lahan untuk berbagai kepentingan penduduk yang semakin mendesak. Meningkatnya perubahan demografis yang secara dinamis terus meningkat telah mendorong meningkatnya kebutuhan penggunaan lahan untuk berbagai kepentingan, baik kepentingan permukiman dan perumahan maupun kepentingan fasilitas sosial ekonomi . Untuk itu harus ada aturan yang menganjurkan agar warga tidak mendirikan bangunan baru di Badran. Kalaupun ingin mendirikan bangunan, maka harus ke arah vertikal ( bertingkat ).

Perkembangan Badran akan saya kembangan selama 50 tahun kedepan yang terbagi menjadi beberapa fase. Yaitu:

1.Fase 10 tahun yang akan datang (2020)

Keterbatasan lahan membuat warga tidak mempunyai fasilits umum disini. Oleh karena itu, dalam kurun waktu 10 tahun ini, saya akan mengembangkan masjid agar fungsi masjid ini dapat mencakup kebutuhan warga. Untuk itu masjid yang ada akan mengalami penambahan bentuk demi pemenuhan warga tersebut.

2.Fase 20 tahun yang akan datang (2030)

Semakin menyempitnya lahan membuat Badran yang sudah penuh sesak, dimasa mendatang akan bertambah sesak. Aktifitas warga juga akan meningkat, maka dibutuhkan pula ruang untuk mewadahi aktifitas tersebut.

Selain terbatasnya lahan untuk mendirikan bangunan, Badran juga akan mengalami keterbatasan lahan untuk area pembuangan kotoran karena sempitnya lahan.di masa kedepan. Oleh karena itu butuh alternatif lain dalam pengolahan limbah manusia ini.

3.Fase 30 tahun yang akan datang (2060)

Melihat inpres No.5 tahun 1990 tentang pedoman pelaksanaan peremajaan pemukiman kumuhpembongkaran sebagian atau seluruh pemukiman kumuh yang sebagian besar atau seluruhnya berada di atas tanah negara & kemudian ditempat yang sama dibangun prasarana & fasilitas rumah susun….”. Maka di masa mendatang, di daerah Badran akan tumbuh rumah susun bila memang lahan di Badran sudah benarbenar kosong..

Rusun ini paling tidak akan mengurangi kepadatan di Badran sehhingga open space bertambah dan dapat difungsikan untuk Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang memang menjadi area yang langka di badran saat ini.

KONSEP

Untuk dapat merealisasikan skenario diatas, maka saya akan melakukan beberapa hal berikut:

1.MASJID
Masjid
berperan penting dalam kehidupan masyarakat karena ia adalah sarana penghubung antara manusia dan tuhannya. Selain itu, ia juga menghubungkan antara manusia dan manusia itu sendiri. Sehingga di antara manusia – manusia itu terjalin hubungan. Ke- 3 masjid yang ada di Badran akan coba saya “hubungkan” sehingga terjadi keterkaitan antara masjid yang 1 dengan masjid yang lainnya. Dengan begitu, maka masjid itu dapat saling bekerja sama dalam “mendidik” warga Badran untuk hidup yang lebih baik dimasa- masa yang akan datang. Selain itu, masjid juga diberi fasilitas untuk pemenuhan aktifitas warga Badran itu sendiri.

Bentukan Masjid

Untuk pembuatan fasilitas masjid yang karena keterbatasan lahan, maka saya menambahkan bangunan di atas masjid yang sekarang. Bangunan itu dapat digunakan untuk TPA atau BAZIS.

Selain penambahan bangunan di atas masjid, saya juga memanfaatkan atap warga yang berada di tepi jalan. Nantinya atap tersebut dapat dimanfaatkan untuk aktifitas warga. Misalnya sebagai tempat usaha, perpustakaan mini,dan lain sebagainya. Selain itu, bisa juga di artikan bahwa atap – atap ini menghubungkan antar masjid yang ada di Badran.

Biaya penambahan atap ini di tanggung secara bersama- sama oleh warga.

2.PENGOLAHAN LIMBAH MANUSIA.

Seiring makin menyempitnya lahan, maka untuk mambuat sumur peresapan pun dirasa percuma karena justru akan mencemari air tanah. Oleh karena itu dibutuhkan proses treatment yang nantinya tidak mencemari lingkungan.

Untuk peletakan waste water treatment ini, saya meletakan di lahan kosong. Lalu selubung jalan (atap warga tadi) dijadikan sebagai pendistribusi limbah manusia yang berasal dari rumah – rumah warga ke waste water treatment.


3.RUMAH SUSUN

Makin terbatasnya lahan membuat suasana di Badran terasa sumpek. Untuk mengatasi itu, maka di perlukan alternatif yang dapat menjadi jalan keluar masalah kepadatan ini. Namun untuk melaksanakan ini diperlukan tenaga extra dalam pembebasan tanah warga. Mereka pasti akan mempertahankan tanah mereka. Namun bila di sosialsasikan secara benar , maka pembuatan rusun ini dapat berjalan meskipun dengan beberapa kendala tadi.

KESIMPULAN

Kepadatan penduduk dan jumlah lahan yang terbatas bukan menjadi penghalang bagi para arsitek dalam menyalurkan de – ide kreatifnya. Di Badran yang lahan kosongnya hampir tidak ada karena sempitnya jarak antara rumahrumah warga membuat saya memutar otak dalam mendisain urban linkage ini. Apalagi harus memperkirakan Badran dimasa 50 tahun kedepan. Suatu hal yang sulit memang ketika harus memikirkan hal yang belum terjadi apalagi 50 tahun kedepan. Seorang arsitek/perencana harus bisa memprediksi dan merencanakan apa yang akan terjadi dikemudian hari pada kawasan itu.

Hal yang paling awal terpikirkan ketika harus merancang dilahan yang terbatas adalah melakukan penambahan di atas bangunan lama. Dalam hal ini menambahkan fungsi tambahan di atas masjid. Lalu atap warga yang dipanjangkan ke arah jalan sehingga dibawah atap itu dapat difungsikan. Misalnya sebagai perpustakaan mini, ruko atau sekedar tempat kumpul warga, dan lain sebagainya.

Kemudian dalam masalah limbah manusia. Kita tidak akan selamanya membuang limbah ke sumur resapan karena hanya akan mencemari tanah. Makanya perlu alternatif lain untuk mengatasi hal ini.

Rumah susun menjadi alternatif terakhir untuk mengurangi tingkat kepadatan penduduk di Badran.

Posted in Uncategorized | No Comments »

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.